1. Albert Einstein
Dalam sebuah makalah tahun 1905, Einstein
menjelaskan efek fotolistrik dari sebuah hipotesa bahwa cahaya terdiri
dari partikel dengan energi sama, dimana h adalah konstanta yang dikenal
sebagai konstanta plack. Ini merupakan penjelasan Planck terhadap cahaya.
Persamaan Einstein kemudian diuji secara eksperimen pleh Millikan pada tahun
1916. pada tahun 1905, Einstein memberikan penjelasan tentang gerak Brown
dengan menggunakan teori kinetik, dia menyatakan bahwa hal itu disebabkan oleh
tumbukan acak dari molekul. Einstein selanjutnya menurunkan suatu persamaan
yang menyatakan bahwa suspensi dari partikel secara eksponensial menurun dari
bawah ke atas. Einstein kemudian mengembangkan relativitas
 |
| Isaac Newton |
Newton was an English physicist and mathematician, and the greatest scientist of his era.
Isaac Newton was born on 4 January 1643 in Woolsthorpe, Lincolnshire. His father was a prosperous farmer, who died three months before Newton was born. His mother remarried and Newton was left in the care of his grandparents. In 1661, he went to Cambridge University where he became interested in mathematics, optics, physics and astronomy. In October 1665, a plague epidemic forced the university to close and Newton returned to Woolsthorpe. The two years he spent there were an extremely fruitful time during which he began to think about gravity. He also devoted time to optics and mathematics, working out his ideas about 'fluxions' (calculus).